Uncategorized

selamat tahun baru ;)

Journal 21

Resolusi. Setiap akhir tahun, kata tersebut sering sekali terucap dan tertulis hampir disemua media. Dulu saya termasuk yang selalu menyebutkan kata resolusi. Seperti di jurnal sebelumnya (alias setahun yang lalu), saya berhenti membuat resolusi atau goal. Pertama karena tidak pernah terwujud semua (saya terlalu perfeksionis mengenai goal sendiri). Kedua, ada 2 resolusi yang selalu berulang dalam kurun waktu hampir 4tahun terahir, tetapi tidak pernah berujung digaris akhir. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak lagi membuat resolusi setiap malam tahun baru.

Tetapi tanpa resolusi pun, hidup saya tahun 2013 amat sangat dinamik. Saya berada diatas, kemudian dibawah, setelah itu ditengah, kemudian perlahan keatas kembali. Saya jatuh cinta, dan masih sampai sekarang, tanpa dicintai walaupun saya berfikir kalau dia memiliki hal yang sama dengan saya. Yaaaah, kenyataan pahit kalau ternyata saya hanya dipermainkan. Hahahaa… pelajaran buat saya. Yang agak sedikit memburuk justru hubungan saya dengan ibu dan kekuatan teratas. Saya memiliki banyak pertanyaan yang tidak memiliki jawaban walaupun berkali – kali saya menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang hanya bisa dirasakan tanpa ada jawaban.

Kemudian saya bertemu orang – orang baru dan orang – orang lama yang bertemu kembali, yang saya yakin akan punya pengaruh amat besar terhadap hidup saya ke tahun – tahun berikutnya. The Gay, The Adviser, The Reader, The Mother Earth (yang akhirnya memutuskan untuk tidak mempedulikan saya lagi karena kondisi dan keadaan terhadapnya), The English Adviser, The Chatter, dan The Comforter. Apa saya bilang, menarik bukan? Orang – orang tersebut benar – benar membuat hidup saya dinamis.

Saya belajar banyak hal dari mereka, mulai dari senang, bahagia, cinta, susah, patah hati, pahit sampai semangat hidup. Menghargai bahwa setiap individu selalu mempunyai sudut pandang dan reaksi yang berbeda tentang semua hal. Kalau saya memiliki sudut pandang mengenai lelucon adalah lucu, mungkin tidak begitu untuk The Mother Earth ataupun The Gay. Pernah suatu ketika, saya kaget karena salah satu dari mereka menganggap bahwa saya menghina dan menyakiti perasaannya. Saya justru marah, tetapi kemudian menyadari bahwa dia tidak melihatnya sebagai sebuah lelucon seperti saya. Selalu ada dua sisi dari setiap cerita.

Oke… beberapa pelajaran penting untuk melanjutkan hidup, saya dapatkan di tahun sebelumnya. Semoga saja tahun berikutnya pelajaran yang belum saya dapatkan atau lulus dengan sempurna (setidaknya dengan nilai baik) akan saya dapatkan. Pekerjaan… lebih banyak tantangan. Rencana untuk memiliki sebuah usaha sedang dalam progress pastinya. Semoga terwujud sesuai dengan road map yang direncanakan. Buku… haduh ini adalah mimpi yang belum pernah terwujud. Saya benar – benar harus rajin menulis dan bisa mengendalikan mood serta kretifitas. The English Adviser selalu menanyakan kapan dan sampai sekarang jawaban itu masih nihil. Cinta… ini menye menye sekali (kalau boleh saya menirukan bahasa anak zaman sekarang). Sangat sederhana, saya hanya mau orang yang menghargai dan menerima saya apa adanya. Bukan yang dengan seenaknya datang dan mengambil hati, kemudian pergi dengan pesan permintaan maaf kalau dia tidak bisa memenuhi harapan saya. Tahu mengenai harapan saya juga tidak. Jadi saya hanya ingin a steady boyfriend or partner. Karena saya sangat tidak steady beberapa tahun terakhir. Yang terakhir keluarga… I want them near and the other way around. Dekat tidak perlu berarti jarak, tetapi rasa. Semoga.

~~ Wawa ~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s