Uncategorized

k e m a u a n

Jurnal 20

Beberapa waktu lalu, saya mampir kesalah satu toserba dan membeli beberapa bungkus mie instant kesukaan. Sesampainya dirumah, langsung saya olah mie tersebut. Tidak sampai lima menit, mie tersebut, sudah bisa saya nikmati. Satu hal yang selalu membuat saya menikmati mie instant adalah Monosodium Glutamate atau MSG. Untungnya ibu tidak pernah membiasakan saya dan adik – adik untuk mengkonsumsi mie instant. Coba kalau dibiasakan, mungkin saya sudah kecanduan MSG saat ini. Walaupun sudah ada beberapa penelitian bahwa MSG sebenarnya aman – aman saja untuk dikonsumsi. Tetapi selain karena kebiasaan, lidah saya lebih menyukai rasa yang asli ketimbang penyedap rasa kimiawi yang instant. Karena hanya terasa sebentar di lidah maupun perut.

Kalau dalam kehidupan sehari – hari, mungkin kenalan ataupun relasi merupakan MSG untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan (selain materi tentunya) tanpa proses dan pengalaman apapun. Saya pernah harus mengalah untuk menjadi peserta dalam sebuah kompetisi pidato saat berumur 15tahun, hanya karena pengganti saya sering memberikan sumbangan kepada sekolah. Setelah itu saya juga harus mengalah kepada sebuah posisi yang saya inginkan, karena saingan saya merupakan keponakan salah satu pemilik saham dikantor tersebut.

Bukan berarti saya tidak pernah merasakan previlege atau kemewahan tersendiri mengenai proses instant tersebut. Saya pernah menjadi penerjemah dadakan untuk ibu saya, hanya karena pekerjaan ibu saat itu menuntutnya harus bepergian keluar negeri. Pembelaan saya adalah pujian yang didapatkan setelah melaksanakan tugas tersebut. Saya tidak pernah meminta bayaran (karena bisa pergi saja merupakan kesenangan paling tinggi saat itu) untuk menjadi penerjemah ibu, tetapi karena semua orang dikantor ibu puas dengan hasilnya, mereka memutuskan untuk memberikan sedikit upah. Saya senang bukan main. Ada satu lagi dimana saya menggunakan nama ibu untuk mendapatkan posisi sebagai tutor disalah satu lembaga bahasa. Sekali lagi, pekerjaan yang saya lakukan mendapatkan pujian.

Tetapi memiliki pengalaman bukan berarti juga bahwa dia lebih hebat dari yang minim pengalaman. Boleh saja seseorang memiliki pengalaman yang banyak (karena dia lebih terlebih dahulu datang kedunia), cenderung kaya serta beragam, tetapi dia tidak belajar dari setiap pengalaman tersebut. Sudah tentu akan kalah dari seseorang yang memiliki pengalaman minim, tetapi kemauan untuk belajarnya amat kuat. Terlepas dia memiliki koneksi atau tidak.

Setiap kali bertemu atau bekerja dengan seseorang yang tidak memiliki kemauan belajar, saya termotivasi untuk memotivasi. Hmmm.. agak sedikit keluar batas terkadang perilaku saya. Tetapi kembali lagi ke-kemauan. Sekuat apapun usaha saya atau orang – orang disekitarnya memotivasi, kalau tidak ada kemauan semuanya akan kembali ke titik nol. Kalau ibu saya lebih menyebutnya kurang bersyukur. Alasannya: sudah bagus dikasih kesempatan untuk belajar, bukannya diambil malah dibiarkan.

Sembari menaruh dan mencuci mangkuk bekas mie instant, pikiran saya kembali melayang. Tidak semua orang memiliki kemauan. Sampai sekarangpun saya tidak tahu mengapa. Kemauan saya, mungkin, berasal dari didikan orang tua dan, sekali lagi mungkin, beberapa pengalaman betapa sukses sesaat itu tidak menyenangkan. Apalagi dicemooh orang karena ternyata tidak bisa apa – apa. Berbeda lagi dengan salah satu teman saya. Baginya kemauan berasal dari cita – cita (salah satu cita – citanya adalah memiliki sebuah apartment di salah satu daerah mewah di ibu kota). Ada juga teman saya yang merasa puas dengan keadaannya sekarang, sehingga kemauannya hanya sampai disitu. Dia pun tidak berambisi untuk memiliki kemauan yang lebih tinggi lagi. Itu pilihan teman saya.

Pada dasarnya apapun tujuan yang diinginkan, kalau kemauan tidak menyertai jalannya, sama saja bohong. Dan tidak akan sampai ketujuan yang diinginkan. Setidaknya itu yang ada dalam logika saya.

~~ where the willingness is great, difficulties cannot be that great ~~ Machiavelli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s