Uncategorized

友 達

Journal 10

True friendship isn’t about being inseparable, it’s being separated and nothing changes. Saya sempat terdiam begitu membaca kalimat tersebut disalah satu postingan teman saya disalah satu sosial media. Enta kenapa beberapa wajah langsung terbayang dikepala saya. Apa kabarnya mereka.

Di facebook teman saya jumlahnya ribuan (atau hampir mendekati). Follower twitter pun lebih dari 500. Kontak di BBM pun ratusan, tetapi hanya sepuluh orang yang saya masukkan kategoribestiesh. Tetapi unuk sahabat ataupun teman dekat jumlahnya kurang dari sepuluh. Dan hampir semuanya tinggal diluar dari negara ini.

Evolusi kami dari zaman sekolah dasar sampai bangku kuliah sangat luar biasa. Mulai dari cara berfikir, berbicara, berpakaian sampai menilai sesuatu. Semuanya berubah. Entah menjadikan kami dewasa atau tidak (bagi saya itu penilaian orang lain), tetapi satu yang tidak berubah yaitu kami selalu menjadi pendukung setia untuk satu sama lain. Mendukung bukan berarti untuk meng-iya-kan sesuatu yang tidak benar, tetapi saling mengingatkan satu sama lain.

Kalau dingat – ingat lagi, kami sangat suka mencaci satu sama lain. Bukan untuk mendikte atau mengecilkan, tetapi mengingatkan secara tidak langsung. Sampai akhirnya kami melakukan percakapan serius. Tidak sekali dua kali juga saya melakukan tindakan yang cukup memalukan di depan umum. Mereka tidak meninggalkan, bahkan ikut melakukan hal – hal memalukan tersebut. Kenangan itu selalu membekas dan tidak pernah gagal membuat saya tersenyum sendiri. They don’t let me do the stupid things… alone. Sama halnya ketika sedang berduka… mereka tidak pernah meninggalkan saya.

Setiap kali saya mengalami sesuatu, baik itu hubungan percintaan, pekerjaan, atau apapun, pendapat mereka merupakan masukan tersendiri bagi saya. Kalau pada akhirnya, saya tidak mendengarkan mereka dan keputusan tersebut ternyata bukan yang terbaik, hebatnya mereka masih mau mendengarkan keluh kesah tanpa beban atau paksaan. Merangkul saya tanpa berkata ‘kan, sudah dibilang juga..’. Walau saya tahu, mereka pasti gemas dengan langkah tersebut. Saya tidak pernah takut untuk kehilangan pegangan atau menjadi sendiri, karena itu tidak akan pernah terjadi.

Kami tidak pernah lupa untuk memberikan kabar atau berita terbaru mengenai hidup ataupun kegiatan apapun yang sedang dilakukan. Kami tahu, mungkin keputusan yang diambil bukan yang terbaik, tetapi kami membiarkan satu sama lain untuk berkembang dan dewasa. Menulis ini membuat saya amat kangen dengan mereka. Mungkin hidup saya tidak akan semenarik sekarang kalau tidak ada mereka. Kalau saya tidak pernah bertemu mereka. One of the greatest grateful in my life is to have them as best friends.

A friend is one that knows you who you are, understands where have you been, accepts what you have become, and still gently allows you to grow – William Shakespeare.
Don’t walk behind me, I may not lead. Don’t walk in front of me, I may not follow. But walk beside me and be my friend. – Albert Camus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s